Sejarah Hagia Sophia Turki

Mungkin kita masih ingat film “Fetih 1453” buatan Turki yang dirilis pada tahun 2012 lalu yang menggambarkan kegagahan seorang pejuang Islam yang bernama Sultan Muhammad II bin Murad II atau lebih dikenal dengan sebutan “Al-Fatih” (Sang Penakluk), karena beliau telah menaklukkan kota Konstantinopel dari kekuasaan Romawi Timur. Hal ini pula mengingatkan kita pada ramalan Nabi Muhammad Saw. yang berbunyi, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Hagia Sophia atau Aya Sofya merupakan salah satu saksi sejarah penaklukan Konstantinopel. Karena sebelum menjadi masjid, Hagia Sophia merupakan gereja umat Kristian Timur selama 916 tahun yang dibina oleh Constantius, Putera Kaisar Constantine Agung. Kemudian menjadi masjid selama 481 tahun. Hagia Sophia tidak hanya keindahan arsitekturnya yang dapat membuat pandangan kita tertegun dan takjub, akan tetapi yang lebih menarik adalah dari sisi sejarahnya, karena bangunan ini menyimpan sejarah dua agama umat manusia.

Paket Umroh Plus Turki
Hagia Sophia atau Aya Sofya dalam bahasa Yunani berarti “kebijaksanaan suci”. Tempat ini beralih fungsi sebanyak tiga kali, dari gereja, masjid, dan sekarang menjadi museum yang terletak di Istanbul, Turki. Hagia Sophia terletak di Istanbul, Turki.

Awal Mula Konstantinopel
Dalam sejarah Kekaisaran Romawi Timur, Konstantinopel yang sebelumnya bernama Byzantium tercatat pernah menjadi ibukotanya, yang sebelumnya beribukota di Nikomedia, Anatolia. Pada masanya Romawi Timur merupakan basis ekonomi, budaya, dan militer yang terkuat di Eropa. Sehingga dengan kekuatan ekonomi dan militer yang dimilikinya, Romawi Timur mampu menguasai wilayah dari kawasan Armenia (sebelah barat Turki) sampai dengan Calabria di Italia Selatan juga sebagian Afrika termasuk Mesir. Alhasil kenapa Romawi Timur menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota? Karena Konstantinopel merupakan wilayah yang sangat strategis bagi jalur perdagangan kawasan Eropa, baik jalur darat maupun jalur laut, dan terdapat pula pelabuhan yang cukup besar dibanding dengan pelabuhan-pelabuhan bangsa sekitar. Sehingga, Konstantinopel didesain menjadi sebuah kota metropolis seperti kota Roma, yang lengkap dengan fasilitas-fasilitas, seperti alun-alun, saluran air yang memadai, tempat olehraga, dan jalanan yang nyaman untuk dilalui.

Jatuhnya Konstantinopel
Selasa, 27 Mei 1453 merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam, karena pada hari itu Konstantinopel yang merupakan kota kebanggaan umat Kristiani di bawah kekuasaan Romawi Timur pada akhirnya jatuh ke tangan tentara Islam di bawah pimpinan al-Fatih.
Pasca kemenangan umat Islam, saat itu al-Fatih memasuki kota Konstantinopel, kemudian beliau menuju sebuah gereja Hagia Sofia dan memerintahkan untuk mengubah gereja menjadi masjid yang terkenal dengan nama Masjid Aya Sofya.
Umroh Plus Turki

Nama kota Konstantinopel pun beliau ganti menjadi Islam Pol (Kota Islam) yang ucapannya kemudian berubah menjadi Istanbul. Akan tetapi, sejak pasca kekalahan Turki Utsmani pada Perang Dunia I, pada tahun 1922 M Istanbul dibawah kekuasaan pasukan sekutu. Yang pada akhirnya Hagia Sophia diubah dari masjid menjadi museum oleh penguasa baru Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Dan sejak saat itu pula, Masjid Hagia Sophia dijadikan tempat wisata oleh Pemerintah Turki bagi para peloncong dari berbagai wilayah penjuru dunia. Karena dinilai mempunyai daya tarik yang luar biasa, disamping bernilai sejarah juga keindahan gaya arsitektur Byzantium yang indah dan mempesona.

Untuk dapat merasuki relung sejarah pergulatan antara dua agama dalam perebutan kekuasaan Konstantinopel, Anda harus merasakan dan melihat sendiri kemegahan Hagia Sophia, karena di dalamnya masih tersimpan apik warisan sejarah dunia.

Turki memang menjadi destinasi kebanyakan peloncong karena menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Tentunya, karena mengandung nilai sejarah, alangkah baiknya ketika hendak meloncong ke Turki pahami dahulu sejarahnya, sehingga tidak hanya mendapatkan pengalaman perjalanan saja, tapi juga sekaligus menapak tilas peradaban Islam yang menakjubkan, yang dapat menumbuhkan ghirah keIslaman.

Oleh karenanya, sekilas sejarah Hagia Sophia di atas menjadi semacam pengetahuan sejarah yang dapat dijadikan panduan atau pemahaman oleh Anda yang hendak mengikuti Paket Umroh Plus Turki. Sehingga saat berada di Hagia Sophia Anda akan semakin paham sejarah yang sesungguhnya, karena secara langsung Anda dihadapkan pada peninggalan sejarah.

Bagi Anda yang hendak mencoba dan tertarik untuk Umroh Plus 2015, Anda bisa mencoba Umroh Plus Turki yang ditawarkan oleh Cheria Tour & Travel. Sehingga perjalanan Anda akan semakin terarah dan terencana dengan baik.
Tag : turki
0 Komentar untuk "Sejarah Hagia Sophia Turki "

Back To Top